Belum Lunas

Ada seorang pendeta yang telah membeli sebuah sepeda motor untuk mendukung pelayanannya. Pada suatu hari dia membonceng istrinya dalam suatu pelayanan. Di perjalanan terjadi tabrakan yang menyebabkan keduanya jatuh terlempar. Setelah terbangun pendeta itu membangunkan motornya, sedangkan istrinya yang sedang mengerang kesakitan terabaikan. Melihat perbuatan pendeta ini istrinya marah dan berkata: “Dasar kamu tidak berperikemanusiaan. Khotbah saya yang indah, masakan saya yang sudah kesakitan begitu tidak diperhatikan.” Lalu jawab pendeta itu: “Mam… jiwamu kan sudah lunas dibayar dengan adanya pengorbanan Kristus… sedangkan motor saya ini masih kredit dan belum lunas nih…”

5 Comments

5 thoughts on “Belum Lunas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s