Hidup Oleh Kemurahan Allah (Roma 12:1-8)

I. Pendahuluan

Dalam Roma 3:23, Paulus menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Injil Yohanes juga menyatakan bahwa Allah begitu mengasihi manusia berdosa sehingga Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan mereka (Yoh. 3:16). Keselamatan adalah anugerah. Namun, manusia yang sudah diselamatkan oleh Allah, seringkali mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah atau kemurahan Allah.

II. Isi

Ay.1. Kata “Karena itu” menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pasal 12 dengan pasal-pasal sebelumnya. Demi kemurahan Allah (δια των οικτιρμων) terdiri dari:
– δια των = oleh karena, dengan alasan
– οικτιρμων dari kata οἰκτιρμός = kemurahan, belas kasihan, kasih sayang. Dapat diartikan: belas kasihan/kasih sayang yang diberikan kepada seseorang yang sedang dalam kesulitan, kesusahan,  keadaan tak berdaya atau tidak layak.
Mengapa tidak layak? Karena semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23) dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Namun, di saat itulah Allah menunjukkan kemurahan-Nya.

Aplikasi:

Orang percaya adalah orang-orang yang telah menerima belas kasihan/kasih sayang/kemurahan Allah, dari yang tidak layak menjadi layak, dari yang seharusnya binasa menjadi selamat. Itulah kemurahan Allah. Inilah dasar utama bagi kita untuk melayani, beribadah dan bersyukur kepada-Nya.

Oleh karena itu, melalui firman Tuhan ini, ada 3 (tiga) sikap yang harus dimiliki oleh orang percaya sebagai orang-orang yang hidup oleh kemurahan Allah, yaitu:



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
1. Memiliki Ibadah Yang Sejati (Ay.1)

Bagaimanakah ibadah yang sejati? Apakah dilihat dari seringnya datang ke gereja? Atau apakah dengan memberi persembahan dalam jumlah yang banyak?
Ibadah yang sejati adalah: Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan kepada Allah dengan memperhatikan tiga aspek yaitu, hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.
– Mempersembahkan: παραστησαι, menyediakan, membawa, mempersembahkan
– Hidup (verb): ζάω, hidup, tidak mati, dapat bergerak dan bertindak, aktif dengan penuh kekuatan
– Kudus (adj): ἅγιος kudus/suci secara fisik/moral dan rohani
– berkenan: εὐάρεστος menyenangkan, dapat diterima, baik. Berhubungan dengan hasil dan motivasi. Bila hasil menyenangkan berarti motivasinya benar.

Aplikasi:

Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Ketiga unsur ini harus berjalan secara bersamaan. Keaktifan kita beribadah atau melayani Tuhan apakah sudah dibarengi dengan kekudusan hidup? Atau justru pada saat yang sama, yaitu ketika kita beribadah dan melayani juga hidup dalam dosa? Ketika kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan kepada Tuhan, motivasi apa yang ada pada kita, menyenangkan Tuhan atau menyenangkan diri sendiri?

2. Berani Tampil Beda Dengan Dunia (ay.2)
Janganlah kamu serupa dengan dunia ini.
– Serupa: sama, tidak bisa dibedakan
– Dunia: mengacu kepada segala hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Dunia identik dengan kegelapan. Sedangkan orang percaya adalah terang. Bila kehidupan kita tidak bisa dibedakan dengan dunia, bagaimana?
Maka Paulus menasihati: berubahlah oleh pembaharuan budimu
– Berubahlah: μεταμορφόω = berubah, mengubah bentuk. Contoh: kupu-kupu. Telur-ulat-kepompong-kupu-kupu dewasa. Bentuk yang semula tidak nampak lagi.
– Pembaharuan budimu: pembaharuan pemikiran, pengertian, akal, perasaan dsb.
Lalu apa akibatnya?
Dapat membedakan manakah kehendak Allah.
– Δοκιμάζω = mengetahui, membuktikan, menguji, melihat apakah sesuatu asli atau palsu.

Aplikasi:

Seringkali kita menemukan diri kita tidak mencerminkan kehidupan orang yang hidup oleh kemurahan Allah. Seringkali sikap, tindakan dan perkataan kita sama dengan orang-orang yang masih hidup dalam kegelapan. Perkataan anak kepada orang tua, kasih kita kepada keluarga sudah pudar. Sehingga tidak ada perbedaan antara orang percaya dan tidak percaya. Apakah kita siap berubah…???

3. Memiliki Kerendahan Hati (ay.3-8)
Ay.3. BIS: Allah sudah memberi anugerah kepada saya. Itu sebabnya saya menasihati Saudara-saudara semuanya: Janganlah merasa diri lebih tinggi dari yang sebenarnya. Hendaknya kalian menilai keadaan dirimu dengan rendah hati; masing-masing menilai dirinya menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya oleh karena ia percaya kepada Yesus.

KJV: For I say, through the grace given unto me, to every man that is among you, not to think of himself more highly than he ought to think; but to think soberly, according as God hath dealt to every man the measure of faith.

– Memikirkan hal-hal yang lebih tinggi: ὑπερφρονεώ = berpikir atau mengganggap diri lebih tinggi dari yang sepantasnya.
– Berpikir begitu rupa: berpikiran sehat, yang sepantasnya, yang seharusnya, menempatkan pikiran yang tepat pada diri sendiri.
Apa akibatnya? Kita dapat berpikir yang seharusnya tentang diri kita sendiri menurut ukuran iman yang diberikan Allah kepada kita. Artinya: kita tidak jatuh ke dalam dosa kesombongon apabila kita memiliki kelebihan dari pada orang lain.

Mengapa Paulus mengatakan hal ini? (Ayat 4-8)
Paulus memberikan alasan mengapa orang percaya harus memiliki kerendahan hati, yaitu ayat 4:
1. Karena kita adalah satu tubuh di dalam Kristus. Satu tubuh berarti satu pemilik, satu tujuan, yaitu mempermuliakan Allah
2. Kita mempunyai tugas yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Kita semua punya tugas yang berbeda tapi satu tujuan untuk mempermuliakan Tuhan.

Aplikasi:

Setiap kita memiliki karunia, kemampuan atau talenta yang berbeda-beda. Ada yang mahir main musik, ada yang bisa menyanyi, ada yang pintar membaca not, dsb. Ingat…! Jangan menjadi sombong atau menganggap diri lebih baik dari pada yang lain, tetapi milikilah kerendahan hati sebab kita sudah menerima kemurahan Allah.

III. Kesimpulan
Orang percaya adalah orang yang hidup oleh kemurahan Allah. Oleh karena itu, orang percaya harus memiliki sikap, yaitu memiliki ibadah yang sejati, berani tampil beda dengan dunia dan memiliki kerendahan hati.
God bless us… By: Iman Zan

2 Comments

2 thoughts on “Hidup Oleh Kemurahan Allah (Roma 12:1-8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s