BATU INI AKAN MENJADI SAKSI (YOSUA 24: 25-28)

“… batu ini akan menjadi saksi bagi kamu…”

(Yosua 24:25-28)

 

Dalam sebuah film dikisahkan tentang keadaan para budak yang bertugas mendayung kapal bajak laut. Mereka sangat menderita dan hampir-hampir menemui ajal. Mereka akan dibunuh jika tidak dapat mendayung dengan cepat dan mengejar perahu yang menjadi buruan bajak laut itu. Ketika para budak menganggap situasi sudah tidak ada harapan lagi, muncullah seorang pahlawan. Ia membebaskan para budak itu dari kekuasaan si bajak laut. Ternyata sang pahlawan itu adalah seorang pangeran yang sedang menyamar. Akhirnya, mereka pun mengabdi kepada sang pangeran yang menjadi pahlawan bagi mereka.

Demikian halnya yang dialami umat Tuhan, yaitu bangsa Israel. Mereka adalah bangsa yang telah dibebaskan oleh Tuhan dari perbudakan di Mesir. Tidak hanya itu, Allah sendiri memimpin mereka sampai memasuki Tanah Perjanjian, yaitu tanah Kanaan. Dalam proses memasuki tanah Kanaan, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dan serangan dari bangsa-bangsa kafir. Namun, karena Allah ada di pihak mereka, maka mereka dapat menikmati Tanah Perjanjian itu. Sekarang mereka diperhadapkan dengan pilihan beribadah, apakah kepada Allah atau kepada allah lain yang disembah bangsa-bangsa kafir. Memang, godaan untuk beribadah kepada allah bangsa-bangsa kafir sangat besar. Namun, Yosua dan seluruh umat Israel memilih untuk beribadah kepada Allah yang telah membebaskan mereka, yang ditandai melalui pendirian batu yang besar sebagai saksi akan kesetiaan mereka kepada Allah.

Bagaimana dengan kita? Masa tua tidak berarti masa di mana seseorang sedang berada dalam kondisi yang aman tanpa godaan-godaan kehidupan. Justru pada masa tua seseorang diperhadapkan dengan berbagai persoalan hidup, misalnya masalah kesehatan, masalah pendidikan dan kesuksesan atau kekayaan anak-cucu di masa depan, dan sebagainya. Akibatnya, orangtua mulai berpikir keras bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut. Jika tidak berhati-hati, maka hal-hal tersebut dapat menarik seseorang beribadah kepada ‘allah lain’. Oleh karena itu, mari kita setia beribadah kepada Allah yang telah menyelamatkan kita. – IJ

 

KOMITMEN

“Tetapi aku dan seisi rumahku,

kami akan beribadah kepada Tuhan”

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s