DIAM DENGAN AMAN (Mazmur 4: 7-9)

“… sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN,

yang membiarkan aku diam dengan aman.”

(Mazmur 4: 7-9)

Pada saat kita pergi ke suatu tempat yang sunyi seorang diri, jauh dari keramaian atau kebisingan, di sana yang kita dengar hanya kicauan burung-burung nan merdu, sungai yang jernih mengalir dengan tenang, udara yang segar dan sejuk, berteduh di bawah pohon yang rindang, maka kita merasa bahwa di sana sepertinya menjanjikan suatu suasana kehidupan yang aman dan nyaman serta segala beban pikiran seolah menjadi ringan atau lenyap. Namun, setelah kembali ke rumah di mana suasananya berbeda, maka segala beban pikiran itu segera muncul dan terus menumpuk.

Dalam bagian firman Tuhan ini, kita memahami bahwa Daud sedang berhadapan dengan orang-orang yang merendahkan atau meremehkan dia. Orang-orang tersebut merasa bangga dengan segala yang mereka miliki dan bergembira dengan hasil panen mereka. Dalam menghadapi orang-orang tersebut, Daud menyadari dan mengakui bahwa berkat atau sukacita dari Allah lebih banyak tercurah baginya dari pada ketika orang-orang tersebut melimpah dengan hasil panen mereka. Dengan kesadaran dan pengakuan ini, maka segala perkataan orang-orang tersebut tidak menjadi beban pikiran bagi Daud. Dalam ayat 9 Daud berkata: “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur. Sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” Artinya, kesadaran dan pengakuan akan karya Allah yang besar, membuat Daud merasa aman.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, terkadang kita berhadapan dengan orang-orang yang bangga dengan apa yang sudah mereka miliki dan mereka juga meremehkan atau merendahkan kita. Seringkali kita menjadi sibuk memikirkan perbuatan dan perkataan orang-orang tersebut. Akibatnya, kita sulit tidur dan badan menjadi kurus kering. Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita bahwa kunci untuk mengatasi semuanya itu adalah menyadari dan mengakui berkat dan sukacita yang Tuhan curahkan bagi kita adalah lebih besar dari pada orang-orang tersebut. Dengan demikian, kita pasti akan merasa aman dan nyaman menikmati hidup bersama Tuhan.

KOMITMEN

“Kesadaran dan pengakuan akan berkat Tuhan yang besar  merupakan kunci mengatasi orang-orang sombong”

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s