HATI YANG PENUH HIKMAT & PENGERTIAN (Yosua 24: 25-28)

“… Aku akan memberikan kepadamu

hati yang penuh hikmat dan pengertian…”

(1 Raja-raja 3: 9-13)

Seorang ibu yang pergi belanja ke pasar biasanya membeli kue untuk anak-anaknya di rumah. Ketika sampai di rumah, sang ibu membagikan kue tersebut satu-persatu kepada anak-anaknya. Biasanya, seorang anak berusaha dengan segala upaya bersaing dengan abang atau kakaknya untuk memperoleh kue yang ukurannya lebih besar dan lebih enak. Jika ia tidak berhasil memperolehnya, maka ia akan menangis tersedu-sedu. Mengapa ia melakukan hal itu? Karena ia mengganggap kue tersebut sebagai kebutuhan utamanya.

Raja Salomo, di dalam mimpinya, ia diperhadapkan dengan tawaran dari Tuhan tentang apa yang ia ingin Tuhan lakukan baginya. Sebagai seorang raja, Salomo tentu membutuhkan banyak hal supaya dapat memerintah  bangsa Israel dengan baik. Dengan tawaran ini, sebenarnya ia dapat meminta apa saja yang ia inginkan kepada Allah, misalnya umur panjang, kekayaan ataupun nyawa musuhnya, dan sebagainya. Namun, ia tidak meminta semua itu. Ia mengetahui apa yang menjadi kebutuhan utama dalam kepemimpinannya. Satu hal yang dimintanya kepada Tuhan adalah hati yang faham menimbang perkara. Permintaannya ini didasari oleh karena ia tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan: “sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang besar ini?” (ay. 9). Akhirnya, Tuhan mengabulkan permintaannya dengan memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian kepadanya, bahkan Tuhan memberikan apa yang tidak ia minta (ay. 12-13).

Pada masa tua, tentu banyak hal yang dibutuhkan. Misalnya, kekuatan fisik. Kekuatan fisik orang tua tidak sama seperti pada masa muda. Akibatnya, seringkali kegiatan yang sudah direncanakan tidak dapat dilaksanakan. Bahkan ada banyak orang tua yang suka mengeluh dan tidak mau bersyukur. Kita harus menerima semuanya itu sebagai hal yang wajar. Yang kita butuhkan adalah hati yang penuh hikmat dan pengertian. Dengan demikian, kita akan mampu menilai segala sesuatu yang kita alami pada masa tua dengan benar. – IJ –

 

KOMITMEN

“Hati yang penuh hikmat dan pengertian membuat kita mampu menilai segala perkara dengan benar”

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s