PERISAI PELINDUNG (Mazmur 3: 4-5)

“Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku,…”

(Mazmur 3: 4-5)

 

Seseorang yang pergi berperang pasti mengenakan berbagai perlengkapan perang. Perlengkapan tersebut salah satunya adalah perisai yang berguna untuk membentengi diri dari serangan lawan. Jika tidak menggunakan perisai maka seseorang akan menjadi lemah dalam menghadapi lawan dan akan mengalami kekalahan. Oleh karena itu, perisai merupakan salah satu perlengkapan yang sangat penting dalam berperang dan untuk mengalami kemenangan.

Mazmur ini berbicara tentang perlindungan Allah bagi Daud ketika Daud lari dari anaknya sendiri, yaitu Absalom. Absalom ingin merebut kedudukan ayahnya sebagai raja. Tentu ini merupakan pengalaman yang sangat menyakitkan hati Daud. Bagaimana tidak? Kalau orang lain yang ingin merebut kedudukannya sebagai raja dan memusuhinya, mungkin itu adalah hal yang biasa. Tetapi, pelakunya bukanlah orang lain, melainkan anaknya sendiri. Sekalipun demikian, di tengah ketakutan dan kesesakan hati Daud atas perbuatan Absalom, Daud memiliki perisai yang melindunginya, yaitu TUHAN. Daud berkata: “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.” Bagi Daud, tidak ada seorang pun yang dapat melindungi dan memberinya kekuatan serta kemenangan selain daripada TUHAN.

Apa yang pernah dialami Daud mungkin juga terjadi pada kita saat ini. Mungkin ada orang-orang yang tidak senang atau memusuhi kita dan ingin mencelakakan kita, tanpa kita tahu alasan mereka berbuat demikian. Akibatnya, ketakutan dan kesesakan hati melanda hidup kita. Sebaliknya, kita juga sering merasa “kuat” atau mengandalkan kekuatan sendiri, yang akhirnya justru membawa kekalahan untuk diri kita sendiri. Namun, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita memiliki perisai, yaitu TUHAN yang melindungi kita dan memberikan kemenangan sejati dalam menghadapi musuh. Karena itu, bersikaplah tenang dan serahkanlah segala sesuatu kepada Tuhan karena Ia adalah perisai kita. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8: 31b). – IJ

KOMITMEN

“Hidup akan menjadi aman ketika kita percaya

bahwa TUHAN adalah perisai yang melindungi kita.”

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s